Ini Alasan Banyak Pekerja Alami Stres

Masyarakat Inggris terlihat sangat profesional dengan pekerjaan mereka sehari-hari. Namun siapa sangka, ternyata hampir setengah dari pekerja kantoran di negara ini merasa stres dengan pekerjaan mereka setiap harinya.

Berdasarkan sebuah penelitian baru dari British Heart Foundation, satu dari lima pekerja Inggris terpaksa harus tergesa-gesa saat menghabiskan jam makan siang karena banyaknya pekerjaan yang menanti mereka. Repotnya, atasan mereka juga tidak peduli mengenai kesehatan karyawannya karena hal itu tidak lagi menjadi sebuah prioritas dalam hubungan kerja mereka. Continue reading

Advertisements

IQ Bukan Satu-satunya Penentu Kesuksesan

iqSebuah perusahaan mengandalkan “kecerdasan” atau IQ karyawan sebagai persyaratan kaku dalam proses promosi. Seorang supervisor harus punya IQ minimal tertentu, dan untuk menjadi manager IQ-nya harus lebih tinggi lagi. Beberapa atasan protes, sebab melihat kenyataan di lapangan yang tidak selalu relevan dengan ukuran IQ tadi.

Sementara pembuat kebijakan tetap pada prinsip bahwa para calon eksekutif yang dituntut melakukan problem solving dan menyusun strategi memang perlu ber-IQ tinggi. Para pembuat kebijakan ini berkomentar, “Bila tidak ber-IQ tinggi, nanti top manajemen kita hanya terdiri dari orang-orang yang terlalu operasional”. Continue reading

Butuh Kecerdasan Perilaku untuk Menuntaskan Tugas

kecerdasanTeman saya  dikenal sebagai seorang yang sangat gesit. Dia hadir di setiap launching produk ponsel baru, dan selalu mendapatkan produk sesuai kemauannya. Dalam konser-konser musik kesukaannya, dia sering tersorot di pemberitaan karena selalu berdiri paling depan di area festival.

Dalam bekerja ia hampir tidak pernah menolak tugas dan seolah tahu dengan jelas apa yang ia inginkan. Ia pun mengerjakan tugasnya secara cepat, dengan kualitas yang baik, bahkan hampir sempurna. Tidak heran, bila teman lain menyebutnya sebagai si “serba bisa”. Bayangkan betapa “bernilai”-nya individu seperti ini.

Dalam situasi lain, kita sering menemukan orang-orang yang seolah-olah tidak “kepikiran” mengenai apa yang harus dilakukan, meskipun sudah punya pengalaman puluhan tahun. Ada yang jelas-jelas punya wewenang dan tanggung jawab yang tinggi di perusahaan, namun terlihat seolah melimpahkan semua pelaksanaan pada orang lain atau “ahli”-nya, seakan lupa bahwa eksekutif itu adalah ahli eksekusi. Continue reading

Bosan dengan Pekerjaan, Ubah Rutinitas Anda

bosan dengan pekerjaanBosan dengan pekerjaan membuat kita ingin berhenti saja secepat mungkin lalu pergi berlibur. Hampir semua orang pernah mengalaminya, tapi kehilangan pekerjaan belakangan tentu bukan solusi yang tepat.

1. Nikmati istirahat makan siang
Saatnya berhenti makan siang di meja kerja, dan cobalah menikmati makan siang di luar bersama teman-teman, atau melakukan hal menyenangkan. Ketika terlalu serius bekerja, bahkan makan siang pun di meja kerja, akan membuat Anda mudah bosan dan stres. Oleh karena itu ada baiknya makan di luar atau berjalan-jalan sebentar menikmati udara segar. Continue reading