Peran Perpustakan Sebagai Agen Perubahan Sosial

Peran Perpustakan Sebagai Agen Perubahan Sosial

Perpustakaan merupakan hasil karya cipta manusia dan keberadaannya pun akan terus dipelihara oleh masyarakat perpustakaan sebagai agen perubahan sosialdimana perpustakaan itu berada. Keberadaan perpustakaan menjadi bagian dari peradaban dan budaya manusia untuk menuju perubahan dalam kehidupan. Salah satu tujuan Negara Indonesia merdeka untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sarana belajar yang dapat digunakan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa adalah perpustakaan. Perpustakaan sebagai lembaga yang bertugas menyimpan, mengolah, mengemas, dan mendistribusikan informasi saat ini dituntut untuk mampu beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan pengguna secara relevan, akurat dan tepat.
Perpustakaan sebagai suatu lembaga/institusi yang mempunyai kemampuan untuk melaksanakan berbagai perubahan dalam masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dalam dan fungsi perpustakaan Peranan tersebut dapat dilakukan melalui perpustakaan yang bertujuan menyimpan pengetahuan, aspek moral dan politik, untuk pendidikan dan penyebaran pengetahuan. Continue reading

Advertisements

Manfaat Membaca

Apakah manfaat membaca itu? Pertanyaan tersebut tidaklah mudah untuk kita jawab manfaat membacakarena menyangkut berbagai macam faktor. Untuk mengetahui apa saja manfaat membaca tersebut, pertama-tama kita harus mengetahui terlebih dahulu apakah membaca tersebut sebagai suatu aktivitas atau hanya sekedar untuk mengisi waktu luang saja. Kemudian kita harus mengetahui jenis bahan bacaan apa yang dibaca. Untuk mengevaluasi bahan bacaan,seorang pembaca yang membaca dengan tujuannya yang khas, yang mungkin tidak memperhatikan apa yang ingin disampaikan atau dipikirkan oleh penulis.

Menurut Landheer yang dikutip oleh Benge dalam Libraries and Cultural Change, membedakan empat jenis membaca, yaitu :

  1. Achievement reading, yaitu membaca untuk memperoleh keterampilan atau kualifikasi tertentu. Melalui membaca, pembaca mengharapkan suatu hasil langsung yang bersifat praktis seperti kelulusan dalam suatu ujian atau mempelajari suatu keahlian.
  2. Devotional reading, membaca sebagau suatu kegiatan yang berhubungan dengan ibadah seperti membaca kitab suci dan sebagainya.
  3. Cultural reading, membaca sesuatu yang berkaitan dengan kebudayaan (dalam arti sempit), dimana manfaat membaca tidak diperoleh secara langsung tetapi sangat penting dalam masyarakaat.
  4. Compensatory reading,  membaca untuk kepuasan pribadi atau lebih dikenal dengan membaca yang bersifat rekreasi. Continue reading

Otomasi Perpustakaan

Otomasi Perpustakaan
Otomasi adalah penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin yang secara otomatis melakukan dan mengatur pekerjaan sehingga tidak memerlukan lagi pengawasan manusia (Badudu, 1994:631).otomasi perpustakaan
Lasa HS (1990:51) menjelaskan bahwa otomasi perpustakaan adalah penggunaan mesin, komputer untuk membantu tugas-tugas perpustakaan.
Otomasi Perpustakaan menurut Nur (2007) adalah sebuah sebuah proses pengelolaan perpustakaan dengan menggunakan bantuan teknologi informasi (TI). Dengan bantuan teknologi informasi maka beberapa pekerjaan manual dapat dipercepat dan diefisienkan. Selain itu proses pengolahan data koleksi menjadi lebih akurat dan cepat untuk ditelusur kembali. Dengan demikian para pustakawan dapat menggunakan waktu lebihnya untuk mengurusi pengembangan perpustakaan karena beberapa pekerjaan yang bersifat berulang (repetable) sudah diambil alih oleh komputer. Otomasi perpustakaan bukanlah hal yang baru lagi dikalangan dunia perpustakaan. Konsep dan implementasinya sudah dilakukan sejak lama, namun di Indonesia baru populer baru-baru ini setelah perkembangan teknologi informasi di Indonesia mulai berkembang pesat.
Continue reading