CYBER RELIGION : Review terhadap website Konsultasisyariah.com

CYBER RELIGION : Review terhadap website Konsultasisyariah.com

Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah jaringan dunia tanpa batas. Disadari atau tidak bahwa perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat. Kehadiran internet telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan, pemerintah dan dunia. Dengan adanya internet telah dapat menunjang efektifitas dan efisiensi sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pertumbuhan penggunanya juga semakin hari bertambah besar, maka sudah saatnya dunia pesantren yang sarat akan kajian keilmuan Islam agar mulai untuk melirik dan menjadikannya sebagai sarana dakwah.

Sejumlah situs-situs Islam juga bertebaran di dunia maya. Aneka informasi bisa kita dapatkan di beragam situs Islam. Ada situs Islam yang mengkhususkan diri membahas masalah-masalah politik, ada juga situs berita, konsultasi rumah tangga, dsb. Beberapa situs Islam juga tampil dalam bentuk portal.

Ajang dakwah via dunia maya ini tampil dalam beragam bahasa, tergantung latar belakang pengelolanya. Ada yang memakai bahasa Indonesia, Inggris, Arab, dan lainnya.

Dakwah via internet ini nggak cuma ada pada halaman berbentuk situs atau web, ada juga beberapa kelompok diskusi atau yang lazim disebut milis. Dalam kesempatan ini akn dibahas mengenai situs konsultasi syariah.com yang menyajikan Tanya jawab seputar permasalahan kehidupan sehari-hari

 Profil website KonsultasiSyariah.com

KonsultasiSyariah.com menyajikan berbagai tanya jawab seputar permasalahan kehidupan sehari-hari. Pembahasan kasus dan jawaban dipaparkan secara jelas dan ilmiah, berdasarkan dalil Alquran dan Sunnah serta keterangan para ulama.

KonsultasiSyariah.com diharapkan bisa menjadi khazanah syariah online ilmiah, yang memudahkan kaum muslimin untuk menemukan jawaban permasalahan yang sering terjadi di sekitarnya. Lebih dari itu, KonsultasiSyariah.com juga memberi kesempatan bagi pembaca untuk mengirimkan pertanyaan secara langsung, melalui form “Kirim Pertanyaan” yang telah disediakan.

Dewan Pembina website KonsultasiSyariah.com

Untuk saat ini, KonsultasiSyariah.com diampu oleh dewan pembina khusus. Di antara para ustadz yang tergabung dalam Dewan Pembina Konsultasi Syariah adalah:

1. Ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi, M.A. Beliau adalah sarjana S-3, Jurusan Fikih, Universitas Islam Madinah. Saat ini, beliau menjadi dosen tetap di Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i serta dosen tamu untuk Program Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Beliau dikenal sebagai pakar dalam fikih muamalah, aktif mengisi berbagai seminar nasional, dan menulis beberapa buku yang bertajuk “ekonomi syariah”.

2. Ustadz Dr. Ali Musri, M.A. Beliau adalah sarjana S-3, Jurusan Akidah, Universitas Islam Madinah. Beliau merupakan Rektor Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i, dan aktif memberikan ceramah di berbagai seminar serta kajian Islam ilmiah.

3. Ustadz Abdullah Taslim, M.A. Beliau merupakan sarjana S-2, Jurusan Hadis, Universitas Islam Madinah. Beliau dikenal sebagai ustadz manajemen qalbu dan keindahan iman. Banyak kajian dan karya ilmiah beliau yang bertajuk “obat hati”.

4. Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Beliau adalah sarjana S-2, jurusan Aqidah, Universitas Islam Madinah. Kajian-kajian dan kuliah agama yang beliau berikan sebagian besarnya bertemakan aqidah dan fikih dakwah. Saat ini beliau aktif mengajar di pondok pesantren Tunas Ilmu, Purbalingga.

5. Ustadz Abu Isma’il Muslim Atsari. Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Abbas, Masaran, Sragen. Beliau dikenal sebagai ustadz yang mumpuni dalam ilmu fikih, tauhid dan manajemen hati. Selain berdakwah, beliau menjadi Anggota Sidang Redaksi Majalah As-Sunnah dan aktif menulis berbagai makalah seputar fikih dan manajemen qalbu, serta masalah penting lainnya.

6. Ustadz Aris Munandar, M.A. Beliau adalah sarjana S-2, Jurusan Fikih, Program Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Beliau merupakan pengajar tetap di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an, Bantul. Beliau dikenal sangat piawai dalam ilmu fikih dan ushul fikih. Saat ini, beliau aktif mengajar di berbagai halaqah kajian di Yogyakarta.

7. Ustadz Nur Cholis, Lc. Beliau adalah alumni Fakultas Syariah, LIPIA Jakarta. Beliau dikenal sebagai pakar dalam ilmu faraid dan warisan. Saat ini, beliau mengajar di Pondok Pesantren Ukhuwah, Surakarta.

8. Ustadz Ammi Nur Baits, S.T. Beliau adalah alumni Jurusan Teknik Nuklir, Universitas Gadjah Mada. Selama kuliah, beliau sering mengikuti berbagai kajian di sekitar kampus, terutama kajian yang diampu oleh Ustadz Aris Munandar. Saat ini, beliau menyelesaikan kuliah S-1, Jurusan Fikih dan Ushul Fikih, Madinah International University.

9. Ustadz Muhammad Nur Ichwan Muslim, S.T. Beliau adalah alumni Jurusan Teknik Industri, Universitas Gadjah Mada. Selama kuliah, beliau sering mengikuti berbagai kajian di sekitar kampus. Saat ini, beliau menjadi pegawai Dirjen HAKI, Departemen Kehakiman Indonesia.

10. Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, S.T. Beliau adalah Sarjana Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, saat ini beliau sedang menempuh S2 di Jami’ah Malik Su’ud – King Saud University (Riyadh-KSA) mulai September 2010, jurusan Chemical Engineering, konsentrasi Polymer Engineering. Beliau adalah dewan pembina Yayasan Bina Pengusaha Muslim dan Majalah Pengusaha Muslim. Beliau juga aktif menulis dan menerjemahkan artikel-artikel Islam.

Kami berharap, semoga langkah kami mendapat bimbingan dan ridha dari Dzat yang memiliki ilmu yang Mahasempurna. Semoga amal ini bernilai ibadah di sisi-Nya dan memberikan hasil yang baik di hari kiamat. Sesungguhnya, Allah adalah Dzat yang Maha Pemurah.

Review website KonsultasiSyariah.com

Website tersebut menyajikan berbagai tanya jawab seputar permasalahan kehidupan sehari-hari. Pembahasan kasus dan jawaban dipaparkan secara jelas dan ilmiah, berdasarkan dalil Alquran dan Sunnah serta keterangan para ulama. Artikel yang ditulis dan jawaban dari pertanyaan yang diajukan tidak menyesatkan dan mengandung kebenaran serta dapat dipertanggungjawabkan. Disetiap artikel yang dibuat diberi identitas penulis sehingga ada yang bertanggungjawab terhadap isi dari tulisan tersebut. Isi artikel juga tidak ada unsur menghasut dan tidak memunculkan konflik dalam masyarakat. Website ini layak untuk dibaca, sebagai media untuk berdiskusi dan tanya jawab serta berbagi informasi sehingga akan menambah keilmuan pembaca website

Contoh pertanyaan Pembaca

Hukum Makan di Masjid

Tanya:

Apa hukum makan di masjid? Terutama ketika buka puasa bersama, hamppir semua makan di dalam masjid. Dan bs dipastikan ada sisa makanan. Terima kasih

Dari: Turaby

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Ulama berbeda pendapat tentang hukum makan di masjid. Berikut rincian pendapat mereka,

Pertama, Syafiiyah dan hambali berpendapat, boleh makan di masjid.

An-Nawawi – ualam syafiiyah – mengatakan,

لا بأس بالأكل والشرب في المسجد ووضع المائدة فيه وغسل اليد فيه

”Tidak mengapa makan dan minum di masjid, meletakkan makanan di masjid, dan mencuci tangan di masjid.” (al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 2/174).

Al-Buhuti – ulama hambali – (w. 1051 H) mengatakan,

لا بأس (بالأكل فيه) أي: في المسجد للمعتكف وغيره لقول عبد الله بن الحارث: « كُنَّا نَأْكُلُ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي الْمَسْجِدِ الْخُبْزَ وَاللَّحْمَ » رواه ابن ماجه

”Tidak masalah makan di dalamnya, yaitu di masjid, bagi orang yang i’tikaf dan yang lainnya. Berdasarkan hadis dari Abdullah bin Harits radhiyallahu ‘anhu, ’Kami makan roti dan daging di dalam masjid, di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” riwayat Ibnu Majah. (Kasyaf al-Qana’, 2/371).

Kedua, Malikiyah membedakan antara makan ringan kering dengan makanan yang lainnya. Mereka membolehkan makan di masjid untuk makanan yang ringan dan kering, seperti kurma atau yang lainnya. Sementara makanan yang lebih berat dari pada itu, tidak boleh dimakan di masjid, kecuali dalam keadaan darurat.

Imam Al-Baji – ulama Malikiyah – (w. 474 H.) mengatakan,

وَأَمَّا الْأَكْلُ فِي الْمَسْجِدِ فَفِي الْمَبْسُوطِ كَانَ مَالِكٌ يَكْرَهُ أَكْلَ الْأَطْعِمَةِ اللَّحْمِ وَنَحْوِهِ فِي الْمَسْجِدِ، زَادَ ابْنُ الْقَاسِمِ فِي الْعُتْبِيَّةِ: أَوْ رِحَابِهِ، وَأَمَّا الصَّائِمُ يَأْتِيهِ مِنْ دَارِهِ السَّوِيقُ وَمَا أَشْبَهَ ذَلِكَ، قَالَ ابْنُ الْقَاسِمِ: أَوْ الطَّعَامُ الْخَفِيفُ فَلَا بَأْسَ بِهِ.

Makan di masjid, dijelaskan dalam kitab al-Mabsuth, bahwa Imam Malik membenci makan daging atau semacamnya di masjid. Ibnul Qosim menambahkan dalam al-Uthbiyah: ’Termasuk juga makan di teras masjid. Sedangkan orang yang puasa, yang dia diberi Sawiq (adonan kurma dan tepung) atau semacamnya, atau semua makanan ringan, hukumnya tidak masalah.’ (al-Muntaqa Syarh al-Muwatha, 1/311).

Ibnul Haj – ulama Malikiyah – (w. 737 H.) menukil keterangan At-Thurrhusi mengatakan,

سئل مالك – رحمه الله – عن الأكل في المسجد فقال: أما الشيء الخفيف مثل السويق ويسير الطعام فأرجو أن يكون خفيفا، ولو خرج إلى باب المسجد كان أعجب إلي وأما الكثير فلا يعجبني ولا في رحابه

Imam Malik ditanya tentang makan di masjid. Beliau menjawab,

“Jika itu makanan ringan, seperti sawing atau makanan kecil, saya berharap tidak masalah. Jika dia keluar pintu, itu lebih saya sukai. Sedangkan makanan berat, saya tidak menyukainya, meskipun di teras masjid.” (al-Madkhal Ibnul Haj, 2/230)

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s