Manfaat Membaca

Apakah manfaat membaca itu? Pertanyaan tersebut tidaklah mudah untuk kita jawab manfaat membacakarena menyangkut berbagai macam faktor. Untuk mengetahui apa saja manfaat membaca tersebut, pertama-tama kita harus mengetahui terlebih dahulu apakah membaca tersebut sebagai suatu aktivitas atau hanya sekedar untuk mengisi waktu luang saja. Kemudian kita harus mengetahui jenis bahan bacaan apa yang dibaca. Untuk mengevaluasi bahan bacaan,seorang pembaca yang membaca dengan tujuannya yang khas, yang mungkin tidak memperhatikan apa yang ingin disampaikan atau dipikirkan oleh penulis.

Menurut Landheer yang dikutip oleh Benge dalam Libraries and Cultural Change, membedakan empat jenis membaca, yaitu :

  1. Achievement reading, yaitu membaca untuk memperoleh keterampilan atau kualifikasi tertentu. Melalui membaca, pembaca mengharapkan suatu hasil langsung yang bersifat praktis seperti kelulusan dalam suatu ujian atau mempelajari suatu keahlian.
  2. Devotional reading, membaca sebagau suatu kegiatan yang berhubungan dengan ibadah seperti membaca kitab suci dan sebagainya.
  3. Cultural reading, membaca sesuatu yang berkaitan dengan kebudayaan (dalam arti sempit), dimana manfaat membaca tidak diperoleh secara langsung tetapi sangat penting dalam masyarakaat.
  4. Compensatory reading,  membaca untuk kepuasan pribadi atau lebih dikenal dengan membaca yang bersifat rekreasi.

                Di Negara-negara berkembang seperti Indonesia, membaca pada umumnya adalah untuk memperoleh manfaat langsung. Untuk tujuan akademik, membaca adalah untuk memenuhi tuntutan kurikulum sekolah atau pendidikan. Di luar instansi formal, masyarakat membaca untuk tujuan praktis langsung yang biasanya berhubungan dengan perolehan keterampilan.

                Membaca adalah penting. Dalam dunia modern kebiasaan membaca sudah merupakan kebutuhan praktis. Di Negara-negara maju, jika kita melihat televisi tentang dunia barat maupun yang pernah keluar negeri, kita dapat menyaksikan dimana-mana orang membaca, namun hal tersebut bertolak belakang dengan yang terjadi di Indonesia, dimana mereka lebih asyik untuk berkumpul maupun mengobrol maupun asyik dengan bermain handphone (dunia maya). Keadaan seperti itu disebabkan oleh berbagai faktor baik dari dalam masyarakat itu sendiri maupun lingkungannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s