Otomasi Perpustakaan

Otomasi Perpustakaan
Otomasi adalah penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin yang secara otomatis melakukan dan mengatur pekerjaan sehingga tidak memerlukan lagi pengawasan manusia (Badudu, 1994:631).otomasi perpustakaan
Lasa HS (1990:51) menjelaskan bahwa otomasi perpustakaan adalah penggunaan mesin, komputer untuk membantu tugas-tugas perpustakaan.
Otomasi Perpustakaan menurut Nur (2007) adalah sebuah sebuah proses pengelolaan perpustakaan dengan menggunakan bantuan teknologi informasi (TI). Dengan bantuan teknologi informasi maka beberapa pekerjaan manual dapat dipercepat dan diefisienkan. Selain itu proses pengolahan data koleksi menjadi lebih akurat dan cepat untuk ditelusur kembali. Dengan demikian para pustakawan dapat menggunakan waktu lebihnya untuk mengurusi pengembangan perpustakaan karena beberapa pekerjaan yang bersifat berulang (repetable) sudah diambil alih oleh komputer. Otomasi perpustakaan bukanlah hal yang baru lagi dikalangan dunia perpustakaan. Konsep dan implementasinya sudah dilakukan sejak lama, namun di Indonesia baru populer baru-baru ini setelah perkembangan teknologi informasi di Indonesia mulai berkembang pesat.
Berdasarkan definisi di atas maka otomasi perpustakaan, maka dapat disimpulkan bahwa definisi otomasi perpustakaan adalah adalah sebuah sebuah proses pengelolaan perpustakaan dengan menggunakan bantuan teknologi informasi dalam rangka membantu tugas-tugas perpustakaan.
Manfaat Otomasi Perpustakaan
Menurut Supriyanto dan Ahmad (2008:37), otomasi perpustakaan dengan menerapkan kemajuan teknologi informasi akan memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Mengefisienkan dan mempermudah pekerjaan dalam perpustakaan.
2. Memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna perpustakaan.
3. Meningkatkan citra perpustakaan.
4. Pengembangan infrastruktur nasional, regional dan global.
Komponen Otomasi Perpustakaan
Dalam sebuah sistem otomasi perpustakaan terdapat beberapa komponen atau unsur – unsur yang saling mendukung dan terkait antara satu dengan yang lainnya, komponen tersebut yaitu :
1. Pangkalan Data
Subrata (2009:4) menjelaskan bahwa setiap perpustakaan pasti tidak akan terlepas dari proses pencatatan koleksi. Tujuan dari proses ini untuk memperoleh data dari semua koleksi yang dimiliki dan kemudian mengorganisirnya dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmu perpustakaan. Pada sistem manual, proses ini dilakukan dengan menggunakan bantuan media kertas atau buku. Pencatatan pada kertas atau buku merupakan pekerjaan yang sangat mudah namun juga merupakan suatu proses yang tidak efektif karena semua data yang telah dicatat akan sangat sudah ditelusur dengan cepat jika jumlah sudah berjumlah besar walaupun kita sudah menerapkan proses pengindeksan.
Dengan menggunakan bantuan teknologi informasi, proses pencatatan koleksi dapat dipermudah dengan memasukkan data pada perangkat lunak pengolah data seperti : CDS/ISIS (WINISIS), MS Access, MySQL. Perangkat lunak ini akan membantu kita untuk mengelola pangkalan data ini menjadi lebih mudah karena proses pengindeks-an akan dilakukan secara otomatis dan proses penelusuran informasi akan dapat dilakukan dengan cepat dan akurat, karena perangkat lunak ini akan menampilkan semua data sesuai kriteria yang kita tentukan (Nur, 2007).
2. User/Pengguna
Pengguna merupakan unsur utama dalam sebuah sistem otomasi perpustakan. Dalam pembangunan sistem perpustakaan hendaknya selalu dikembangkan melalui konsultasi dengan penggunanya yang meliputi pustakawan, staf yang nantinya sebagai operator atau teknisi serta para anggota perpustakaan. Otomasi perpustakaan baru bisa dikatakan baik bila memenuhi kebutuhan pengguna baik staf maupun anggota perpustakaan (Arif, 2003).
3. Perangkat Otomasi
Perangkat otomasi yang dimaksud disini adalah perangkat atau alat yang digunakan untuk membantu kelancaran proses otomasi. Perangkat ini terdiri dari 2 (dua) bagian, yaitu : perangkat lunak dan perangkat keras.
1) Perangkat Keras
Sebelum memulai proses otomasi, sebuah perangkat keras perlu disiapkan. Yang dimaksud perangkat keras disini adalah sebuah komputer dan alat bantunya seperti Printer, Barcode, Scanner, dsb. Sebuah komputer sudah cukup untuk digunakan didalam memulai proses otomasi pada kalangan instansi perpustakaan kecil. Sedangkan untuk perpustakaan besar maka pasti diperlukan beberapa komputer dan pelengkapnya agar pelayanan kepada pengguna menjadi lancer (Nur, 2007).
2) Perangkat Lunak
Sebuah perpustakaan yang hendak menjalankan proses otomasi maka harus ada sebuah perangkat lunak sebagai alat bantu. Perangkat lunak ini mutlak keberadaannya karena digunakan sebagai alat pembantu mengefisienkan dan mengefektifkan proses (Subrata, 2009:5).

Daftar Pustaka
Arif, Ikhwan. 2003. “Konsep dan Perencanaan dalam Otomasi Perpustakaan”. Dalam http://aurajogja.wordpress.com/2006/07/11/otomasi-perpustakaan/
Badudu, Jusuf Syarief dan Sutan Muhammad Zain. 1994. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Lasa HS. 1998. Kamus Istilah Perpustakaan. Yogyakarta: Gadjah Mada: Universitas Press
Nur, Hassan. 2007. “Otomasi Perpustakaan”. Dalam http://librarycorner.org//02/28/otomasi-perpustakaan/
Subrata, Gatot. 2009. “Otomasi Perpustakaan”. Dalam http://library.um.ac.id/images/stories/…/Automasi%20Perpustakaan.pdf

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s